
Aduyai rasa nak ketawa berguling-guling aku baca artikel ni, dulu diaorang kata Malaysia ‘kaki claim’ sampai menggelar kita Malingshit. Aku tak suka peperangan sesama agama tapi kalau tgk diaorang ni lebih-lebih, hangin juga satu badan. Apa pun jadilah kita seperti pohon yang berbuah, walaupun dibaling dgn tahi batu kita tetap menggugurkan buah. Jangan dilayan sangat provokasi upahan nih.
Upin Ipin popular di Indonesia dan diaorang macam tak menerima hakikat orang Malaysia lagi kreatif dari diaorang lalu buat cerita lawak camni. Benda ni menjadi isu hangat di Facebook Anti Malaysia.
Meh baca kata-kata diaorang yang mengatakan Upin Ipin berasal dari Indonesia hohoho

Haji Burhanuddin Radzi, pengasas Les Copaque
“Selamat pagi Cik Gu.” Sapaan seperti itu begitu akrab bagi anak-anak bahkan orang dewasa. Siapa yang tak kenal serial animasi asal Malaysia ‘Upin & Ipin’? Ceritanya yang sederhana, mendidik dan menjunjung etika sopan santun, menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak, bahkan orang dewasa di Indonesia.
Tapi tahukah Anda mengetahui kalau kisah dua bocah gundul itu ternyata diproduseri oleh seseorang yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB)?
Namanya Burhanudin Radzi pria yang kini usianya di atas 50 tahun tersebut pernah menimba ilmu jurusan Teknik Perminyakan di ITB sekitar tahun 1980-an. Namun ia hanya kuliah selama 1,5 tahun hingga akhirnya memutuskan pindah karena alasan pribadi.
Burhan, demikian ia biasa dipanggil, memiliki Les’ Copaque, perusahaan yang bergerak di bidang animasi, kreatif dan film. Bersama istrinya Ainon Bte Ariff dan sejumlah stafnya, mereka menciptakan kisah dan karakter untuk seial ‘Upin & Ipin’ sekitar empat tahun lalu.
“Karena kami semua suka anak-anak, peduli anak-anak,” jelas Ainon saat diwawancara di Kafe Pisa Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2010).
Ainon bukan hanya ikut menulis cerita, ibu empat anak dan nenek satu cucu ini juga mengisi suara di ‘Upin & Ipin’. Suara Opa, neneknya Upin & Ipin adalah suara Ainon/
Karakter Opa dikenal sebagai sosok nenek yang santun, penyayang dan juga penuh perhatian. Kebetulan sifat Ainon mirip dengan Opa. Ia mengaku sering mengasuh cucunya dan aktif di kegiatan sosial untuk anak-anak.
Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ dimulai ketika mengikuti Festival Film Cannes di Perancis empat tahun lalu. Burhan dan Ainon mengirimkan cuplikan gambar ‘Upin & Ipin’ ke ajang bergengsi tersebut.
“”Indonesia diakui Ainon memiliki tempat yang spesial untuk dirinya juga sang suami. Mereka bahkan berencana membuat cerita ‘Upin & Ipin’ dengan mengikutsertakan karakter khas Indonesia, ‘Unyil’”"
Melihat ‘Upin & Ipin’ eksis di Festival Cannes, sejumlah televisi Malaysia pun tertarik untuk membeli hak siarnya. “Yang beli akhirnya TV 9 Malaysia,” tutur Ainon.
Kesuksesan serial tersebut merembet ke sektor bisnis lainnya. Kini ‘Upin & Ipin’ tak hanya mondar mandir di televisi. Sejumlah kafe dengan menggunakan ‘Upin & Ipin’ pun didirikan sekitar setahun lalu.
“Kami punya kafenya ada di daerah Shah Alam juga di Putra Height,”
Kafe-kafe tersebut menjual makanan dengan menu unik seperti ‘Nasi Goreng Opa’ atau ‘Ayam Goreng Upin’
Mendapat sambutan dan pujian yang luar biasa dari publik Malaysia, ‘Upin & Ipin’ pun diekspor. Tercatat Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menjadi stasiun televisi yang menyiarkan ‘Upin & Ipin’ di tanah air.
Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ tidak hanya di dua negara serumpun, sejumlah perusahaan internasional juga mulai melirik, seperti Disney Channel.
“Mereka datang ke kami sekitar pertengahan 2010. Lalu kami sepakat,” tambahnya.
Tapi tak semua peminat ‘Upin & Ipin’ beruntung membeli hak siarnya dari Les’ Copaque. Sejumlah televisi asal Timur Tengah pernah mengajukan tawaran.
“Mereka kaya-kaya, tapi menawarkannya kok murah. Kami tak mau,”celetuk Ainon.
Indonesia diakui Ainon sebagai tempat yang spesial untuk dirinya juga sang suami. Mereka bahkan berencana membuat cerita ‘Upin & Ipin’ dengan mengikutsertakan karakter khas Indonesia, ‘Unyil’.
Seperti apa nantinya. Ainon yang duduk sebagai Creative Content Director di Les’ Copaque masih merahasiakannya. Ainon hanya berharap jika nanti ‘Upin & Ipin’ bermain bersama Unyil dalam satu layar, pihaknya tak ingin dituduh membajak karakter ‘Unyil’.
**LETAKKAN IKLAN ANDA DI SINI**








perasan la mat indon nih
“Siapa yang tak kenal serial animasi asal Malaysia ‘Upin & Ipin’?”
rs nye ada salah fhm di sini..
prasan gle…
xmalu tol mat indon nih..
sekarang sapa tiru sapa skrg ni?..haha..tu nk provoke la tu
alah kau orang juga tiru budaya indon
tak paham la..aper yg indon ni nak story sebenarnya? X(
hehehe..locok2 la org indon yg tulis mendala ni.ni la org kata mengata dulang paku serpih, kata org dia yg lebih….hehehhehe
indon nie sedar ke x sedar diri nie…… dorg nk apa sebenarnya nie… urusan negara pun x terkawal….
rata2 dorang kurang pendidikan. sesama indonesia pon bergaduh. cuba lihat madura dgn jawa..ngam? jawa dgn acheh..ngam? lombok dgn yg lain2 kt indon..ngam? apatah lagi kita negara jiran yg lebih upgrade dr dorang. sori la..bukan niat nk menghina indon. tapi kita sebagai rakyat malaysia yg lebih kehadapan tak perlu layan sgt provokasi rakyat indon. dorang yg ‘OK’ pon naik segan ngn perangai kawan2 dorang yg masih beku otaknya..
yupz… aku stuju dgn pendapat ko nie…
ye laa kan…semua benda diorang “mengaku” diorang punyerrr….ntah2 nanti2 kueh batang buroks ngan air sirap pon idaorang ngaku diorang yg cipta….cis…cis bedebah sungguh!!!huhu
aku tak paham la ape indon ni nak bagitau sebenarnya..pening aku baca…
aku pong pening..
respek rakyat Malaysia..x layan provokasi indonesia yg jelas kurang cerdik..x profesional..ikot emosi..nampak sgt x brpendidikan..kesian diorng..
jangan pulak terkejut kalau diorang nanti mengaku proton saga tu dicilok dari diorang dan Lee Chong Wei tu berasal dari Jakarta.
pastu skali plak diorng tibai yg angkasawan negara, DATUK SMS pn asal dari sana….hak3…klaka la diorng ni…
biasa la..
negara yg jd perhatian, model & contoh..
huhu
Hal ni mmg aku dah lama tau dah.Hanya disbbkan si Burhannudin Radzi tu study kat Indon dulu, terus diklaimnya yg Burhan tu ialah org/warganegara Indon!Apelah bodoh punya mangkuk Indon2 tu semua!!…
Cuba tgk kat Facebook Upin & Ipin, dlm 3 juta lebih org2 ‘like’ account tu, aku rasa 80% jumlahnya drpd tu ialah org2 Indon!Baca komen2 yg diorang post kat situ.Mcm haram…!
apa kena mengena pulak ?
dia belajar jer kat INDON
pasal proton tuh diorg dh claim yg proton diasaskan oleh org indon kt dlm facebook. yg bgtau plak bkn org indon yg tak berpelajaran tp yg fasih org putih plak tuh.. berjela dia cerita dlm facebook dlm bahasa inggeris yg org indon wat keta proton. dia ckp lg org malaysia keje tukang sapu jer kt kilang proton. engineer2 semua dari indon. bodo betul…
habis lah pas ni dia kata superman,batman,power rangers dan tak lupa naruto diaorang juga yang bikin….
jgn dorg claim PM Najib, Tun M asal dr Indon dh le…hahaha
sape wat fitnah ni
Mereka yang mempertentangkan Malaysia dan Indonesia berarti pengetahuan dan penghayatan Islamnya dangkal. Jangan buang energi dan terpancing, kita bersaudara. Jika ada masalah, mari musyawarah, mari tabayyun. Setiap muslim bersaudara.
Assalamu’alaikum. Mereka yang mempertentangkan Malaysia dan Indonesia berarti pengetahuan dan penghayatan Islamnya dangkal. Jangan buang energi dan terpancing, kita bersaudara. Jika ada masalah, mari musyawarah, mari tabayyun. Setiap muslim bersaudara.
betul..betul..betul..jgn jadi 2×5..5×2.. segelintir org diseberang sana yg wat hal..org diseberang sini pun mengata x habis2..apa kata kita ketepikan pertelingkahan, kita eratkan ukhwah sesama muslim..bkn smua org diseberang sana x berpendidikan, org diseberang sini pun same jgk..ibarat keluarga besar vs keluarga kecil, mana senang nak jaga?
indonesian memang salah satu pembuat upin pin, yaitu Marsha Chikita.ikut program magang di perusahaan di Las’ Copaque Production(rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin)
tapi itu bukan salah satunya….ada indonesian lagi yang mmebuat animasi luar negeri…
Rini Sugianto (ulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California, yang saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru, baru-baru ini ikut menggarap film “The Adventures of Tintin.”)
Griselda Sastrawinata pindah ke AS sejak dari Bangku kelas 2 SMA dan menamatkan SMA di sana, lalu ia melanjutkan ke Art Center College of Design di Pasadena, AS.a bekerja untuk studio animasi terkenal Dreamwork. Perusahaan film animasi inilah yang sudah memproduksi berbagai film terkenal seperti Kungfu Panda, Madagascar, Monster Aliens, serta banyak yang terkenal lainnya.