Hadits – Baik dan Halal Syarat Diterimanya Do’a

Posted on

Hadits – Baik dan Halal Syarat Diterimanya Do’a

Hadits – Baik dan Halal Syarat Diterimanya Do’a
Hadits – Baik dan Halal Syarat Diterimanya Do’a

Sebagai makhluk yang diciptakan sebagai kholifah dan hidup berdampingan di dunia ini, banyak sekali perihal dan masalah yang dihadapi manusia. Kesulitan mendapat pangan, pakaian, uang dan pekerjaan menjadi pokok permasalahan utama terjadinya tindak kejahatan. Kesulitan mendapat pekerjaan yang halal memaksa orang untuk mencari yang mudah dan instan yaitu dengan cara yang haram yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Dalam kehidupan ini, sangat banyak manusia yang rela mengotori tangannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara cepat dan tidak baik, seperti mencuri, merampok, bermain curang, mengurangi berat timbangan dan lain sebagainya. Bagaimana amal perbuatan orang yang demikian akan diterima, bagaimana doanya akan dikabulkan dan diterima jika yang ia makan, minum dan yang ia pakai berasal dari yang tidak baik?

Berikut adalah dalil dari hadits Rasulullah SAW agar kita slalu mendapatkan segala sesuatu dari yang baik-baik. عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : “إنّ الله طيّب لا يقبل إلاّ طيّبا, و إنّ الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال الله تعالى : (يا أيّها الرّسل كلوا من الطّيّبات واعملوا صالحا : المؤمنون 51) وقال تعالى: (ياأيّها الّذين آمنوا كلوا من طيّبات ما رزقناكم : البقرة : 172) قمّ ذكر الرّجل يطيل السّفر أشعث أغبر يمدّ يديه إلى السّماء يا ربّ يا ربّ, ومطعمه حرام, ومشربه حرام, وملبسه حرام, وغذي بالحرام, فأنّى يستجاب له” (رواه مسلم)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث : Dari Abu Hurairah R.A berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para Rasul, maka Allah SWT telah berfirman : (“Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih” : Al-Mukminun : 51) dan Allah SWT telah berfirman (“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” : Al Baqoroh : 172)

Kemudian beliau menceritakan sebuah kisah laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a “Wahai Tuhan, Wahai Tuhan”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan makanan yang haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan doanya?” (Hadits Riwayat Muslim) Keterangan hadits : Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shohih Muslim,

Kitab : Zakat Bab : ” قبول الصّدقة من الكسب الطّيّب” Nomor hadits : 1015 Dan diriwayatkan juga oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunannya,

Kitab : Tafsir Bab : “باب ومن سورة البثرة” Nomor hadits : 2992 Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث : Pentingnya hadits ini adalah hadits ini merupakan salah satu hadits dari hadits-hadits yang menjadi pokok kaidah islam dan pondasi hukum islam, ia merupakan dasar dan pegangan dalam urusan halal dan haram. Selain itu, hadits ini sangat besar manfaatnya dalam menciptakan masyarakat muslim yang masing-masing individunya mencintai apa yang dimiliki saudaranya sama seperti mencintai apa yang dimilikinya, begitupula sebaliknya membenci apa yang dibenci saudaranya sama seperti apa yang dibencinya. Dan menciptakan masyarakat yang berpegang pada prinsip dan tidak melanggar batas-batas syariah islam serta mencukupkan segala sesuatu dengan yang baik-baik saja sehingga dapat hidup dengan tenang dan sejahtera. Kata طيّب berarti baik, إنّالله طيّب berarti Allah baik atau bersih dari segala kekurangan. طيّب juga merupakan salah satu nama Allah dari asmaul husna. Hadits ini berisi anjuran membelanjakan sebagian dari harta yang halal dan melarang membelanjakan harta yang haram. Fiqih hadits :

1. Yang baik itu yang diterima Yang dimaksud dalam hadits tentang segala sesuatu yang baik meliputi Amalan, Uang atau Harta, Perkataan dan Keyakinan. Artinya, Allah SWT tidak menerima amalan kecuali amalan itu baik dan bersih dari segala kerusakan seperti riya’, berlebih-lebihan dan lain sebagainya. Begitu pula Allah SWT tidak menerima harta yang tidak halal atau shodaqoh dari harta yang tidak halal, Allah SWT juga tidak menerima perkataan yang tidak baik.

2. Bagaimana amal perbuatan itu dikategorikan baik dan diterima Salah satu penyebab terbesar baik tidaknya atau diterimanya suatu amalan itu tergantung pada tempat dan cara mengerjakannya atau memperolehnya. Dalam hadits menunjukkan bahwa amalan atau perbuatan tidak akan diterima kecuali dari yang baik atau halal, sedangkan haram malah merusak kualitas amal perbuatan itu dan menjadikannya tidak diterima Allah. Dalam hadits juga menunjukkan Allah telah memerintahkan kepada Rasul-rasulnya dan mukminin untuk memakan segala sesuatu dari yang baik-baik/halal dan juga beramal sholeh.

3. Kisah laki-laki yang melakukan perjalanan jauh untuk ibadah dan berdoa tetapi ia makan dari yang tidak halal Maksud dari kisah ini adalah menggambarkan seseorang yang menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan ibadah seperti haji atau jihad akan tetapi ia makan dan minum dari hasil yang tidak halal, kemudian ia berdoa dengan menengadahkan tangannya. Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan sedangkan ia bukanlah orang yang layak?? Salah satu keutamaan dalam berdoa adalah do’a dalam bepergian, doa orang yang sedang melakukan perjalanan insya Allah akan dikabulkan atau mustajab tanpa keraguan. Mengangkat kedua tangan ketika berdoa adalah adab dalam berdoa yang baik yang dianjurkan, dan Rasulullah sendiri mengangkat kedua tangan ketika berdoa, Allahpun akan malu jika ada seorang hamba yang berdoa dengan mengangkat kedua tangan tapi tak ada balasannya. Kedua hal ini ada pada lelaki yang melakukan perjalanan jauh itu, akan tetapi doanya dikotori karena makanan, minuman, dan pakaian yang ia dapat berasal dari yang tidak halal. Bagaimana mungkin orang yang semacam itu perbuatannya akan dikabulkan do’anya? Akan tetapi, Allah SWT boleh saja mengabulkan doanya sebagai tanda kemurahanNya, kasih sayangNya, dan pemberianNya. Wallahu A’lam Ayat yang berkaitan dengan hadits : يا أيّها الرّسل كلوا من الطّيّبات واعملوا صالحا : المؤمنون 51 (“Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih” : Al-Mukminun : 51) ياأيّها الّذين آمنوا كلوا من طيّبات ما رزقناكم : البقرة : 172 (“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” : Al Baqoroh : 172)

Baca juga :

ssalam @ isu hangat