Aku Dengan Mantan Pacarku

Posted on
Cerita Panas Aku Dengan Mantan Pacarku
Aku Dengan Mantan Pacarku

Aku dengan mantan pacarku.
Ia mengambil juran bahasa inggris. Sejalan dengan waktu, kini aku bisa kuliah di universitas keinginanku. Namaku hilda alfia, sekarang aku tinggal di purwakarta dengan fasilitas yang sangat baik sekali. Kupikir aku cukup beruntung bisa bekerja di bank sebagai teller sambil kuliah sehingga aku mempunyai penghasilan tinggi.
Berawal dari reuni SMp-ku di Jakarta. Setelah itu aku bertemu dengan mantanq pacarku yang mengambil jurusan bahasa inggris, kami ngobrol dengan akrabnya. Ternyata mantanku ridho iwan masih segar bugar dan amat menggairahkan. Penampilannya amat menakjubkan, memakai kaos yang ketat, kaos junkies sehingga lekuk tubuhnya nampak begitu jelas perkasanya. Jelas saja dia masih muda sebab sewaktu aku SMp dulu dia adalah murid yang juara dibidang olah raga di sekolah kami. Sekolahku itu cuma terdiri dari dua kelas, kebanyakan siswanya adalah cowok. Cukup lama aku ngobrol dengan ridho iwan, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga para undangan harus pulang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambil menyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMp dulu.
Tiba-tiba ridho iwan teringat bahwa tasnya tertinggal di dalam kelas sehinga kami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam dua belas malam, tinggal kami berdua. Lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa. Sesampainya di kelas, ridho iwan pun mengambil tasnya kemudian aku teringat akan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman. Lamunanku buyar ketika ridho iwan memanggilku.
“Kenapa hil”
“Ah.. tidak apa-apa”, jawabku. (sebetulnya suasana hening dan amat merinding itu membuat hasratku bergejolak apalagi ada ridho iwan di sampingku, membuat jantungku selalu berdebar-debar).
“Ayo hil kita pulang, nanti saya kehabisan angkutan”, kata rido iwan.
“Sebaiknya rido iwan saya antar saja dengan mobil saya”, jawabku dengan ragu-ragu.
“Terima kasih hil”.
Tanpa sengaja aku mengutarakan isi hatiku kepada rido iwan bahwa aku masih suka kepadanya, “Oh my God what i’m doing”, dalam hatiku. Ternyata keadaan berkata lain, rido iwan terdiam saja dan langsung keluar dari ruang kelas. Aku panik dan berusaha minta maaf. rido iwan ternyata baru putus dengan pacarnya yang bule itu, katanya pacarnya pulang ke negaranya. Aku tertegun dengan pernyataan rido iwan. Kami berhenti sejenak di depan kelas lalu rido iwan mengeluarkan minuman dan masuk ke kekelas, kupikir untuk apa masuk ke dalam kelas malam-malam begini. Aku semakin penasaran lalu masuk dan bermaksud mengajaknya pulang tapi rido iwan menolak. Aku merasa tidak enak lalu menunggunya, kurangkul pundak rido, dengan cepat rido hendak menolak tetapi ada kejadian yang tak terduga, rido menciumku dan aku pun membalasnya.
Ohh.., alangkah senangnya aku ini, lalu dengan cepat aku menciumnya dengan segala kegairahanku yang terpendam. Ternyata rido iwan tak mau kalah, ia menciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dari seorang wanita. Dengan sengaja aku menyusuri dadanya yang atletis, rido terengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. rido memainkan tangannya ke arah intimku sehingga aku sangat terangsang. Lalu aku meminta rido membuka bajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatap dengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka atletis saja ternyata amat indah indah dan berbulu, kaos dalam berwarna hitam polos yang modelnya amat seksi.
Karena tidak sabar maka kucium lehernya dan kini rido setengah telanjang, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati keindahan tubuhnya. Aku pun membuka baju dan bh ku sehingga tubuh seksi mulus saya membangkitkan gairah rido, “hil kukira rido mau bercinta denganmu sekarang.., hil, tutup pintunya dulu dong”, bisiknya dengan suara agak bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik
Tanpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke rido. Kini aku jongkok di depannya. membuka celanaya dan memegang sosisnya. Wuih, betapa besar dan panjang sosisnya. Pentolnya tampak nongol besar ujungnya sehingga membuat aku lebih bergairah lagi. Sambil mencium sosisnya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas batang sosisnya. Lidahku makin naik ke atas. rido iwan menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya.
“Mau apa kau sshh… sshh”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat.
“Ooo… oh.. oh..”, desis rido iwan keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di sosisnya kenikmatannya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam.
Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. panjang dan besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di batang kemaluannya. Pelan-pelan mulai kebagian ujung dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat rido iwan makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya. “Aahh… Kau pintar sekali. Belajar dari mana hh…”
Tanpa sungkan-sungkan rido iwan mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh miss v q akibat mis v q yang ereksi maksimal, memasukan jarinya ke miss v q beberapa saat mis v q berair karena klimax . Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula rido seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya. “Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?”, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar. Aku tak menjawab. Tanganku mulai mempermainkan sosisnya yang tampak menggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, celana dalamnya ku lepas. Kini dia telanjang. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya yang atletis.
“Nggak adil. Kamu juga harus telanjang..” rido pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku. mis v q yang berair segera diraba-rabanya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang, berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal sosis kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. rido mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan mis v q ke mulutnya.
“Gantian dong..” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan mis v kemaluanku ke mulutnya yang berkumis tipis. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama kemaluanku dijilati pakai lidahnya. “Justru di situ nikmatnya.., Selama ini pacar main ranjangya gimana?”, tanyaku sambil memegang sosisnya. rido tak menjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku pun secara bergantian memainkan penisnya yang besar dan panjang. Aku tahu rido itu sudah kepengin disetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri.
Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, mis v kemaluanku pun sudah ingin segera menggenyot sosis besarnya. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu Shinta agak gemetar. “Ohh…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke liang kenikmatannya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang dan megeluarkan jeritan-jeritan kecil, lenguhan serta kedua payudaraq yang ikut bergoyang-goyang.
Tiga menit setelah kukenyot, rido menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. kenyotan miss v kemaluanku kutingkatkan. “Ooo… ahh… hmm… ssshh…”, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat. “Sekarang Ibu Shinta berbalik. Menungging di atas meja.., sekarang kita main dong di atas meja ok!” Aku mengatur badannya dan rido menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya. “Gaya apa lagi ini?”, tanyanya.
Setelah siap aku pun mulai mengenyot dan menggoyang tubuhq dari atas. rido kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari pacarnya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.
“Capek?”, tanyaku. “Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau remuk tulang-tulangku”.
“Tapi kan nikmat rid..”, jawabku sambil kembali meremas sosis yang menggemaskan.
“Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, aku pengin lagi agar q orgasme. Nih sudah nggak tahan lagi miss v kemaluanku. Sekarang rido yang di atas”, kataku sambil mengatur posisinya.
Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang miss v kemaluanku dan masuk ke selangkanganq. Setelah masuk sosisnya tubuhnya dinaik-turunkan seirama dengan genjotanya dari atas dan aku dari bawah. rido tersentak-sentak mengikuti irama kenyotanq yang makin lama kian rapat karena semakin klimax. sosis nya yang panjag dan besar menambah gairah nafsuku. Apalagi diiringi dengan lenguhan dan jeritannya saat menjelang orgasme aku pun ikut orgasme akhirnya kita sama sama puas. Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
mantan pacar nakal hehe

cerita ini hanya viktif belaka bukan beneran hanya untuk memberi gairah buat suami istri yang ingin bercinta mesra tanpa terburu2 sehingga bisa orgasme bersama, awalilah dengan romantis pasti hasil akhir akan meringis hehe

Baca Juga :

salam @ www.isuhangat.net